Mayoritas Minimarket di Sleman Tak Penuhi Syarat IUTM

Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Sleman menilai sebagian besar minimarket yang ada di kabupaten setempat tidak dapat memenuhi syarat pengajuan IUTM. Pasalnya belum ada kemitraan yang dilakukan oleh minimarket dengan UMKM yang ada di Kabupaten Sleman.

Kepala Disperindagkop Sleman, Pustopo mengatakan pihaknya beberapa kali memfasilitasi pertemuan antara pengembang minimarket dengan perwakilan UMKM untuk membahas kemitraan tersebut. Namun hingga saat ini belum ada kemitraan yang terjalin di antara kedua pihak.

“Padahal kami berusaha mempermudah pengembang dengan menjembatani adanya kemitraan. Namun belum ada kesepakatan,” ungkapnya kepada tribunjogja.com, Rabu (5/8/2015).

Menurutnya permasalahan yang muncul adalah pihak pengembang tidak merasa cocok dan diuntungkan dengan produk dari UMKM. Di sisi lain, terdapat UMKM yang memang belum dapat memenuhi standar pemasaran dari minimarket.

“Ada pengembang yang menilai produk UMKM kurang menjual, ada juga kelompok UMKM yang tidak mampu memenuhi standar produksi dari minimarket. Kondisi ini menyebabkan belum adanya kemitraan yang terjalin, padahal kemitraan merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan IUTM,” paparnya.

Pustopo menjelaskan IUTM merupakan legalitas yang diberikan kepada toko modern baik berupa minimarket maupun pusat perbelanjaan untuk beroperasi. Sedangkan syarat kemitraan yang diterapkan merupakan bentuk pengendalian yang dilakukan oleh Pemkab Sleman terhadap keberadaan toko modern sekaligus upaya perlindungan kepada UMKM.

“Dengan adanya kemitraan, UMKM memiliki pangsa pasar yang tetap dan strategis. Diharapkan melalui kemitraan tersebut, produk UMKM di Sleman semakin berkembang dan tidak kalah dengan produk import,” ujarnya menjelaskan.

Ia berharap pengembang minimarket dapat memberikan peluang tersebut kepada UMKM. Selain itu, pihaknya saat ini terus memberikan pendampingan kepada kelompok UMKM untuk mengembangkan produknya agar dianggap layak untuk masuk di rak minimarket maupun supermarket.

“Potensi yang ada sangat besar, hanya saja butuh pengarahan agar produknya sesuai dengan standar yang ditentukan oleh pengembang. Tentu hal ini berhubungan dengan kelayakan suatu produk UMKM,” katanya. (*)

RFB Yogyakarta Bukukan Transaksi 14.371 Lot

RFB Yogyakarta Bukukan Transaksi 14.371 Lot

22 Mei 2019

Dewi Diananingrum saat menjelaskan tentang prospek menjadi nasabah PT RFB kepada wartawan di Yogyakarta, Selasa (21/5/2019). (foto : heri purwata) YOGYAKARTA, JOGNEWS.COM-- PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) Cabang Yogyakarta berhasil...

KSEI Luncurkan Fasilitas AKSes Generasi Terbaru

KSEI Luncurkan Fasilitas AKSes Generasi Terbaru

20 Mei 2019

(Kiri-kanan) Direktur BEI Laksono Widodo, Komisaris KSEI Dian Fithri Fadilla, Komisaris Utama KSEI Rahmat Waluyanto, Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Efek OJK Ridwan, Direktur Utama KSEI Friderica Widyasari Dewi, Direktur KSEI...

Meriah, Perayaan Pergantian Tahun di Yogyakarta

Meriah, Perayaan Pergantian Tahun di Yogyakarta

02 Januari 2017

Penyulutan kembang api di Area Rooftop Grand Quality Hotel. Yogyakarta, Ahad (1/1/2017). (foto : imperial pictura) YOGYAKARTA -- Perayaan pergantian tahun 2016 ke 2017 di Yogyakarta, Sabtu (31/12/2016), berlangsung meriah....

Kelompok Tani Mandiri Sukoharjo Jadi Percontohan Tani Modern

Kelompok Tani Mandiri Sukoharjo Jadi Percontohan Tani Modern

06 Agustus 2015

Yogyakarta - Gabungan Kelompok Tani Mandiri yang terdiri dari Kelompok Tani Ngudi Rahayu, Ngudi Rejeki, Asri Rata dan Ngudi Mulyo berhasil menerapkan sistem pertanian modern. Penggarapan lahan pertanian tidak lagi...

Pameran Lukisan The Creative Powers of Art

Pameran seni rupa karya guru-guru dan seniman "The Creative Powers of Art" digelar di Taman Budaya Yogyakarta, Kamis-Selasa  (28/4 - 3/5/2016). 

 

ozio_gallery_nano
Ozio Gallery made with ❤ by joomla.it